Bukan mandi laut di Pantai Nirwana

Olga (Olah Gaya) di atas bantal

Hari itu, tidak tau rencana apa itu saya lupa dan akhirnya kita sepakat pergi di pantai, seolah-olah di bumi ini tidak ada lain tempat selain Pantai Nirwana untuk liburan, Kasian sekali mi kita liburanya hanya Pantai Nirwana saja yang kita tau. Hahae langgora…. Sahut teman yang tidak mau disebutkan inisialnya, hmmm…Perkara sulit, contek gaya tulisan teman abang kita, saya lupa namanya😂.

Namun harus kita bersyukur Baubau punya Pantai Nirwana karena kalau mau banding-bandingkan Pantai di Salah satu kota besar di provinsi sebrang yang punya bandara Internasional, dan warganya yang gaul ala ibu kota jakardah disitu Pasir pantai nya hitam, air nya coklat dan pengunjungnya banyak pula, pernah dulu to mampir jalan-jalan ke pantainya berlokasi Dekat CPI yang proyek Reklamasi besar besaran itu, setiba disana sayang langsung ingat Pantai Nirwana, sekejap membandingkan dan merasa bangga sudah besar dan lahir di dekat Pantai Nirwana. (Aslinya lahir di RSUD Baubau) Pantai Nirwana airnya asin sekali, warnanya jernih bening kaya beling, terus ada gradasi warnanya yang bagus, pasirnya putih seperti beras karingkaring habis panen bedanya tidak pulen, itu saja…

Suasana pemandangan di sekitar Pantai Nirwana

Sepanjang mata memandang dari Pantai Nirwana Kota Baubau, dapat disaksikan 3 Pulau yang berhadapan dengan Pantai Nirwana, Pulau Siompu, Liwutongkidi dan Pulau Kadatua, Pulau-pulau tersebut berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Buton Selatan.

Mabar (Makan bareng)

Berbekal nasi kuning 1 Jumbo kecil, selembar daun pisang, sambal dan lauk pauk, kami makan bersama, bersantai di atas beanbag dan lazybag, tidak berselang lama senja datang seperti petugas parkir, pelan tapi pasti. kami lalu bersiap pulang. Ternyata liburan ke pantai tidak mutlak harus mandi mandi, semua di sesuaikan dengan kondisi kita. Untuk masuk dalam kawasan Pantai Nirwana, di kenakan tarif 2K per orang saat masuk Gerbang ada petugas penjaga Karcis yang menanti uang anda, di dalam juga terdapat parkiran yang di kelola swasta (Pemilik lahan) dengan biaya parkir roda empat 10 K dan roda dua 5K.Fasilitas di dalam areal Pantai Nirwana terdapat Gazebo besar dan kecil dengan biaya penyewaan 30K – 50K, Kamar mandi plus air jergen ukuran 5 liter 2K per jergennya, penyewaan ban pelampung, perahu kayu dsb. Restoran warteg dan sejenisnya tidak ada di sana, jadi kalau berkunjung jangan lupa bekalnya dan usahakan meminimalisir sampah terkhusus sampah plastik sekali pakai. Semoga pandemi berakhir, biar orang-orang dapat ramai kesana lagi walau hanya sekadar membeli air jergen dan membayar karcis masuk dan biaya parkir dan membeli jagung rebus yang di jajakan ibu ibu yang menggantungkan sebahagian pencaharian hidupnya di Pantai Nirwana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s